Hukum Memakai Jilbab dan Tidak Memakai

jilbab jb2

Jilbab kualitas butik, bahan bagus diatas rata-rata, sejuk, jahitan halus

Apa hukum memakai jilbab ? Kali ini Bunda Yosi alias Yosiwi Butik akan membahas itu untuk kita semua. Bunda Yosi yakin informasi ini penting sekali untuk kita yang sudah kukuh memakai jilbab maupun yang masih belum / tidak memakai jilbab. Bunda Yosi sendiri alhamdulillah sudah memakai jilbab sejak umur sekitar 16 tahun kalo gak salah ( berarti benar ).

Hukum Memakai Jilbab atau Kerudung

Pembaca yang budiman baik bunda maupun saudariku semua yang belum nikah..  Hukum memakai jilbab itu wajib untuk yang sudah baligh alias sudah pernah menstruasi / haid. Termasuk wajib memakai baju panjang yang menutup seluruh badan, kecuali muka dan telapak tangan. Kok Bunda Yosi tahu? Iya, soalnya alhamdulillah Bunda pernah ngaji beberapa lama di pondok pesantren di Nganjuk , Jawa Timur ketika Bunda masih muda ( Bunda Yosi lahir 1979 ).

Wajib memakai artinya adalah memakai jilbab dan baju panjang itu harus dilakukan ketika didekat kita ada laki-laki dewasa yang bukan keluarga kita, jadi kalo di dalam rumah saja tentu tidak wajib lagi karena hanya ada anggota keluarga. Lalu bagaimana jika mendadak ada tamu laki-laki ketok pintu? Nah kalo saat itu kita wanita yang harus buka pintu maka sebelum buka pintu kita harus memakai jilbab dulu. Itulah salah satu sebab mengapa Bunda Yosi jualnya kebanyakan Jilbab bergo, sebab jilbab bergo tidak perlu waktu lama dalam menggunakannya, tidak perlu pakai peniti dll, jadi sambar saja jilbabnya sambil menuju pintu bisa langsung cepat. Biar tamu gak lama menunggu.

Hukum Memakai Jilbab atau Kerudung dengan kriteria yang benar

Memakai jilbab itu ada kriteria-kriteria khusus sesuai ajaran nabi Muhammad SAW. Kenapa harus sesuai beliau? Tentu saja harus sesuai ajaran nabi Muhammad karena jika tidak sesuai maka apa yang kita kerjakan tersebut akan tertolak alias tidak bernilai ibadah. Takutnya lagi kalo apa yang kita kerjakan adalah termasuk bid’ah yang jelek, hiyy serrem deh akibatnya. Kok Bunda Yosi tahu? Iya Bunda tahu karena Bunda pernah belajar dipondok pesantren dulu.

Kriteria memakai jilbab yang sesuai hukum Islam:

  • Jilbab harus cukup panjang sehingga menutupi rambut, termasuk bisa menutupi bagian dada kita agar tidak tampak menggoda jika dipandang cowo yang bukan keluarga sendiri. Perlu diingat: anak dewasa dari Om dan Tante kita adalah termasuk orang yang tidak boleh melihat rambut kita, jadi kita harus pakai jilbab ketika ada anaknya Om dan Tante sebab anaknya Om kita itu termasuk orang yang boleh menikahi kita.
  • Bahan jilbab tidak boleh terlalu tipis, tidak boleh transparan dan ketat sehingga bagian depan dada kita tidak tampak menggoda. Lalu bagaimana jika ternyata Bunda semua dan saudariku semua saat ini sudah memilikinya? Ya sebaiknya dimuseumkan saja.
  • Jilbab yang dipakai harus cukup longgar. Jilbab tidak boleh ketat apalagi ketat bagian lehernya. Kenapa harus? Karena aurat itu untuk ditutupi dan disembunyikan, bukan untuk dibalut. Jadi jika saudariku baru tahu kali ini, sebaiknya museumkan saja jilbab seperti itu. Alhamdulillah jilbab buatan Yosiwi Butik semuanya tidak ketat dibagian leher.
  • Jilbab tidak boleh terlalu terang-benderang dengan dihiasi aneka aksesories yang mencolok dan berlebihan yang bisa membuat laki-laki terangsang untuk melihat wajah kita berlama-lama. Tentu saja niat sudah salah jika kita memakai jilbab yang sangat indah dan mencolok dengan harapan ingin tampil cantik dimuka umum ( baca: jika dipandang laki-laki ). Jadi pakailah jilbab yang cukup kalem dan aksesories tidak mencolok terang benderang. Takutnya akan timbul maksiat lain, sebab tatapan lawan jenis dengan hasrat itu sudah maksiat.

Ngomong-ngomong apa perasaan pembaca semua demi mengetahui hukum memakai jilbab dengan kriteria diatas? Apa kalian sedih karena merasa jadi tidak cantik dengan jilbab kedodoran ? Bunda-bunda dan saudariku semua…. kita diperintahkan untuk memakai baju panjang dan kerudung longgar itu agar supaya kita tidak tampak menggoda sehingga orang yang berkerudung itu jauh lebih aman dari tindak kejahatan dan pencabulan yang mungkin terjadi dan menahan kita untuk menjauhi maksiat.

Oh iya, pengalaman Bunda Yosi dulu waktu tinggal di Saudi Arabia, para wanita Saudi juga memakai baju glamour dan aksesories cantik-cantik ketika mereka berkunjung ke rumah saudaranya. Tetapi mereka memakainya hanya untuk dilihat wanita atau saudari yang mereka temui di dalam rumah, sedangkan ketika mereka keluar rumah alias masih dalam perjalanan, mereka menutupi badan mereka dengan baju hitam sehingga seluruh aksesoris dan kecantikan mereka tidak terlihat dari luar. Baru ketika mereka sudah sampai dalam rumah saudari yang dituju maka mereka lepas baju hitamnya. Nah, berhubung adat kita berbeda dengan wanita Saudi dan karena kita tidak terbiasa memakai abaya, maka jalan bijaksana yang kita tempuh adalah dengan meminimalisir maksiat dengan cara memakai busana dan jilbab yang tidak berlebihan, maksudnya tidak berlebihan aksesories yang mengundang kaum lelaki menatap lama-lama pada badan kita ).

Itulah sekilas mengenai hukum jlbab. Jadi kita harus pandai-pandai memilih dan membeli jilbab agar syar’I alias sesuai dengan hukum Islam.

Hukum Jilbab untuk Anak-anak

Saudariku semua yang budiman, hukum memakai jilbab itu wajib hanya untuk wanita yang sudah haidh ya. Jadi anak-anak perempuan tidak diwajibkan untuk memakai jilbab. Tetapi sangat baik jika kita sebagai orang tua membiasakan anak perempuan kita untuk memakai kerudung . Gunanya adalah agar kelak dia sudah besar sangat mudah dan terbiasa memakai jilbab. Jika sejak kecil anak tidak dibiasakan memakai jilbab maka ini lebih sulit untuk memerintahkannya berjilbab ketika anak mudah meremaja. Gak percaya? Mudah-mudahan percaya agar tidak terjadi penyesalan kelak karena bunda harus teriak-teriak tetap gak digubris oleh anaknya yang mulai tumbuh besar.

Yuk lihat jilbab-jilbab bagus yang tidak mudah melar, jilbab adem dipakai dengan jahitan kualitas bagus di Yosiwi Butik

hukum memakai jilbab

Kode JB2. Ukuran S Rp 70.000. M Rp 80.000. L Rp 90.000,

Tags: